JIWA SEORANG PEMIMPIN – disadur dari “Leadership: Janji-Janji Tuhan Setiap Hari,” karya Joh Maxwell
“Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: “JAnganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi, sebab aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” 1 Sam 16:7
Pemilihan Daud sebagai raja Israel menggambarkan bagaimana Allah sering tidak memperdulikan kebiasaan dan tradisi manusia untuk mencapai maksud-maksud-Nya. Menurut standar manusia, Daud sebagai putra bungsu Isai, tampak paling tidak mungkin dipertimbangkan untuk kedudukan sebagai pemimpin. Tetapi Allah melihat hati pemuda ini dan tahu bahwa umatnya sedang membutuhkan seorang pemimpin dengan roh yang lemah lembut. Daud mungkin adalah sorang pejuang, tetapi kelemahlembutan adalah salah satu sifatnya yang terkenal.
Daud memulai perjalanan kepemimpinannya sebagai seorang yang rendah dalam jenjang kekuasaan. Ia melakukan apa yang diperintahkan ke padanya dengan sikap luar biasa. Walupun kakak-kakaknya memangdangnya rendah, Allah meninggikannya.
Kehidupan Daud menggambarkan bahwa kesetiaan dalam hal-hal yang kecil sering menghasilkan tugas-tugas dan tanggung jawab yang jauh lebih besar. Daud mengasihi Tuhan dan menjalani kehidupannya sebagai seorang yang dikenan Allah.
Mari kita contohi teladan Daud.
I’m Bored~
Wiermansa
