renungan – Senin, 07 Mei 2007

Bacaan Hari ini : 1Timotius 6:3-16

6:3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat–yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus–dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,

6:4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,

6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

6:13. Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:

6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,

6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

RASA CUKUP

Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah

(1Timotius 6:8)

Beberapa tahun yang lalu seorang perancang mobil menggunakan lagu lama Shaker yang berjudul “Simple Gifts” (Anugerah yang Sederhana) untuk mempromosikan sebuah mobil mewah. Bagi mereka yang tahu lirik lagu tersebut, sepertinya aneh ada orang yang memakai lagu yang berbicara tentang mencari kepuasaan lewat hidup sederhana, untuk menjual sebuah mobil mahal. Lirik lagu tersebut berbunyi “Adalah anugerah untuk menjadi sederhana, adalah anugerah untuk bebas, adalah anugerah untuk berada di tempat kita yang seharusnya.

Sering kali kita sulit untuk menerima ajaran Alkitab yang mengatakan bahwa rasa cukup tidak ada hubungannya dengan isi lemari pakaian kita, rekening bank kita, atau apakah kita makan malam dengan steik atau ikan. Kecukupan bukan berarti kekayaan materi. Rasul Paulus menyebutkan bahwa ibadah yang disertai rasa cukup adalah “keuntungan besar” (1 Timotius 6:6). Mungkin Timotius juga terkejut seperti kita saat membaca kata-kata, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (ayat 8).

Berapa banyak dari kita yang mau menghentikan kegiatan sejenak hari ini untuk bersyukur kepada Tuhan atas pakaian dan makanan yang sudah disediakan-Nya bagi kita? Perubahan besar apakah yang mungkin terjadi jika kita mau melakukan hal itu?

Lagu lama Shaker juga mengingatkan kita bahwa kecukupan adalah anugerah yang patut kita nikmati. Lanjutan lagu tersebut berbunyi demikian, “Dan ketika kita berada di tempat yang tepat, berarti kita telah berada di lembah kasih dan sukacita. Dalam begitu banyaknya anugerah Allah yang sederhana, kita dapat merasa cukup – DC

RASA CUKUP BUKAN BERASAL DARI MELIMPAHNYA KEKAYAAN

MELAINKAN DARI SEDIKITNYA KEINGINAN

3 Responses to renungan – Senin, 07 Mei 2007

  1. Ary says:

    Mengucap Syukur itu tidak harus, manakala kita bersuka cita, atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, tapi Mengucap Syukur, itu harus di ucapkan bersamaan dengan HEMBUSAN NAFAS kita yang keluar, karena TUHAN ….Sangat Mencintai Kita, Kita boleh bernafas hingga detik ini……..

  2. Sonya says:

    Thank you for every other informative web site. The place else may
    just I get that kind of information written in
    such an ideal approach? I’ve a mission that I’m simply now
    working on, and I have been at the glance out for such information.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: